Kiprah ESQ dalam Membangun Karakter


Kiprah ESQ dalam pembangunan karakter di Indonesia sudah tidak diragukan lagi, 13 tahun sudah ESQ mencetak 1 juta lebih alumninya yang tersebar di seluruh Indonesia, Malaysia, Singapore, Amerika. Training ESQ merupakan salah satu metode yang digunakan untuk membangun karakter. Pakar Pembangunan Karakter Ary Ginanjar sangat serius dan fokus dalam bidang ini.

Umrah ESQ, Sekolah Bisnis ESQ (ESQ Business School), Bimbel ESQ, ESQ English Course (Kursus Bahasa Inggris), Merchandise, DVD ESQ, Buku ESQ semua dibuat untuk mendukung percepatan dan penyebaran nilai-nilai luhur Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerja Sama, Adil dan Peduli yang diaplikasikan oleh segenap rakyat Indonesia.

Untuk membantu tersebarnya ESQ juga maka dibuatlah beberapa media pendukung diantaranya:

1. www.gerakjalanesq.wordpress.com

2. http://dvdpaketesq.wordpress.com

3. http://esqevent.wordpress.com/

4. http://jadwaltrainingesq.wordpress.com/

5. http://suasanatrainingesq.wordpress.com/

6. http://aryginanjaresq.wordpress.com

7. https://twitter.com/gerakjalanesq

8. http://pakarpembangunankarakter.wordpress.com

9. http://manajemenbisnisesq.wordpress.com/

10. http://sekolahbisnisesq.wordpress.com/

11. http://mendidikkarakter.com

12. http://mendidikkarakter.wordpress.com

 

Advertisements

Pembangunan Karakter Perlu Dilakukan Sejak Dini


sumber: esq-news.com

 

Pendiri ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian mengatakan bahwa dalam membangun karakter bangsa untuk menuju Indonesia Emas hendaknya dilakukan sejak dini. Dengan semangat yang kuat, ia mengharapkan pemuda memiliki peran aktif dalam hal ini.

“Semangat generasi muda jangan pernah pudar, kebangkitan Kerajaan Sriwijaya yang saat ini mulai dirasakan menjadi kekuatan hebat untuk perkembangan bangsa,” kata Ary saat menghadiri Jalan Sehat 165 yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Sumatera Selatan bekerjasama dengan Pemkot Palembang, Minggu (18/12).

Kejayaan Kerajaan Sriwijaya, lanjutnya, patut menjadi semangat bagi pemuda untuk membangkitkan kembali kejayaan di masa yang lampau. Acara ini sendiri mengambil tema “Palembang internasional membangun karakter mulia melalui ESQ Parenting dan Jalan Sehat 165”.

Menurut Ary dalam membangun karakter bangsa untuk menuju Indonesia Emas hendaknya dilakukan sejak dini dengan nilai 7 Budi Utama yaitu jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama dan adil serta peduli.

“Tujuh Budi Utama itu menjadi modal untuk mendorong semangat bangsa Indonesia menjadi yang terbaik di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Sekitar 40.000 alumni ESQ dan masyarakat Palembang tumpah ruah di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) tepatnya di tepian Sungai Musi tempat berlangsungnya acara. Kegiatan ini juga diikuti oleh Ketua DPR Marzuki Alie, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, dan Sultan Palembang Darussalam Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

Marzuki menyatakan nilai 7 Budi Utama memang sangat mudah dihapal dan disebutkan, tetapi sulit untuk melaksanakannya. Namun, ketujuh nilai tersebut harus menjadi pedoman bagi bangsa ini guna mewujudkan generasi muda yang maju dan terpimpin serta berakhlak mulia.

“Mari menerapkan tujuh landasan itu mulai dari sendiri guna mendorong kehidupan berbangsa dan bernegara. Lingkungan keluarga menjadi salah satu wadah yang tepat mengawali penerapan tujuh budi utama itu sehingga sejak dini anak-anak sudah dibekali landasan kuat dan cepat,” ujar MArzuki yang juga alumni ESQ.

 

Ketua FKA ESQ Sumsel, Manila Ella mengatakan acara ini merupakan kalender FKA ESQ se-Indonesia. Kini giliran Sumsel dengan jumlah 40.000, maka kegiatan jalan santai ini yang terbanyak di Indonesia.

Manila Ella atau yang lebih akrab disapa dengan Bunda Ella menjabarkan 40.000 peserta terdiri dari 20.000 siswa se-kota Palembang, 5.000 mahasiswa, dan 15 ribu adalah para alumni ESQ dan unsur muspida Sumsel dan perwakilan dari 15 kabupaten/kota serta masyarakat umum.

“Mengapa kita libatkan siswa, agar terbentuk karakter dan kecintaan kepada semangat keolahragaan. Karena kegiatan ini, dalam rangka, sosialisasi bagaimana fasilitas dan venue setelah SEA Games dimanfaatkan, masyarakat perlu tahu bahwa kita memiliki fasilitas dengan standar internasional,” urainya. (ant/tbn/jo)