Foto – foto ESQ Pelepasan Berry Natalegawa memulai Life’s Walk dari Jakarta ke Surabaya


This slideshow requires JavaScript.

ESQ Leadership Center (ESQ LC) dan Forum Komunikasi Alumni ESQ (FKA ESQ) menyelenggarakan program “Life’s Walk Indonesia Emas 2020”. Program ini merupakan aksi peduli dengan melakukan jalan kaki sejauh 1065 km yang dilakukan oleh Koordinator Wilayah ESQ (Korwil ESQ) Inggris, Berry Natalegawa. Kegiatan yang diawali dari Menara 165, Jakarta Selatan pada Minggu, 16 September ini akan berakhir di Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur. [fotografer: Aditya]

Dalam rangka menggapai visi Indonesia Emas 2020, ESQ Leadership Center (ESQ LC) dan Forum Komunikasi Alumni ESQ (FKA ESQ) menyelenggarakan program “Life’s Walk Indonesia Emas 2020”. Program ini merupakan aksi peduli dengan melakukan jalan kaki sejauh 1065 km yang dilakukan oleh Koordinator Wilayah ESQ (Korwil ESQ) Inggris, Berry Natalegawa.

Kegiatan yang diawali dari Menara 165, Jakarta Selatan pada Minggu, 16 September ini akan berakhir di Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur. Momen bersejarah ini direncanakan berlangsung selama 21 hari, dimulai pada Minggu, 16 September sampai Sabtu, 6 Oktober 2012.

Sementara itu, Berry Natalegawa menyatakan, latar belakang Life’s Walk yang didirikan pada 2009 adalah untuk kepedulian dan juga satu titik dari 7 Budi Utama ESQ, yaitu peduli kepada sesama. Dengan rasa haru, kakak kandung Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa ini menambahkan, misi Life’s Walk adalah membantu kaum dhuafa dengan membangun harapan, semangat dan optimisme.

Menteri BUMN, Dahlan Iskan yang turut hadir dalam pelepasan ini memberikan sepatu DI-19 kepada Berry sebagai bekal selama perjalanan. Dahlan menjelaskan, sepatu DI kepanjangan dari Demi Indonesia. Sedangkan angka 19 terdiri dari 19 huruf, yaitu Basmalah.

“Tiap hari saya pakai, termasuk sidang kabinet pun saya pakai sepatu ini dan sekarang Pak Berry menjadi orang kedua yang pakai sepatu ini,” kata Dahlan.

Perjalanan “Life’s Walk Indonesia Emas 2020” ini direncanakan akan melewati beberapa kota, diantaranya; Bogor, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Banjar, Karang Pucung, Sampang, Kebumen, Bragalan, Yogyakarta, Delanggu, Solo, Ngawi, Saradan, Kediri, Blitar, Senggreng dan Purwodadi. Di setiap tempat, FKA ESQ setempat akan menyambut dan turut serta memberikan kontribusi kepedulian.

 

Advertisements

Pembangunan Karakter Perlu Dilakukan Sejak Dini


sumber: esq-news.com

 

Pendiri ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian mengatakan bahwa dalam membangun karakter bangsa untuk menuju Indonesia Emas hendaknya dilakukan sejak dini. Dengan semangat yang kuat, ia mengharapkan pemuda memiliki peran aktif dalam hal ini.

“Semangat generasi muda jangan pernah pudar, kebangkitan Kerajaan Sriwijaya yang saat ini mulai dirasakan menjadi kekuatan hebat untuk perkembangan bangsa,” kata Ary saat menghadiri Jalan Sehat 165 yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Sumatera Selatan bekerjasama dengan Pemkot Palembang, Minggu (18/12).

Kejayaan Kerajaan Sriwijaya, lanjutnya, patut menjadi semangat bagi pemuda untuk membangkitkan kembali kejayaan di masa yang lampau. Acara ini sendiri mengambil tema “Palembang internasional membangun karakter mulia melalui ESQ Parenting dan Jalan Sehat 165”.

Menurut Ary dalam membangun karakter bangsa untuk menuju Indonesia Emas hendaknya dilakukan sejak dini dengan nilai 7 Budi Utama yaitu jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama dan adil serta peduli.

“Tujuh Budi Utama itu menjadi modal untuk mendorong semangat bangsa Indonesia menjadi yang terbaik di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Sekitar 40.000 alumni ESQ dan masyarakat Palembang tumpah ruah di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) tepatnya di tepian Sungai Musi tempat berlangsungnya acara. Kegiatan ini juga diikuti oleh Ketua DPR Marzuki Alie, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, dan Sultan Palembang Darussalam Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

Marzuki menyatakan nilai 7 Budi Utama memang sangat mudah dihapal dan disebutkan, tetapi sulit untuk melaksanakannya. Namun, ketujuh nilai tersebut harus menjadi pedoman bagi bangsa ini guna mewujudkan generasi muda yang maju dan terpimpin serta berakhlak mulia.

“Mari menerapkan tujuh landasan itu mulai dari sendiri guna mendorong kehidupan berbangsa dan bernegara. Lingkungan keluarga menjadi salah satu wadah yang tepat mengawali penerapan tujuh budi utama itu sehingga sejak dini anak-anak sudah dibekali landasan kuat dan cepat,” ujar MArzuki yang juga alumni ESQ.

 

Ketua FKA ESQ Sumsel, Manila Ella mengatakan acara ini merupakan kalender FKA ESQ se-Indonesia. Kini giliran Sumsel dengan jumlah 40.000, maka kegiatan jalan santai ini yang terbanyak di Indonesia.

Manila Ella atau yang lebih akrab disapa dengan Bunda Ella menjabarkan 40.000 peserta terdiri dari 20.000 siswa se-kota Palembang, 5.000 mahasiswa, dan 15 ribu adalah para alumni ESQ dan unsur muspida Sumsel dan perwakilan dari 15 kabupaten/kota serta masyarakat umum.

“Mengapa kita libatkan siswa, agar terbentuk karakter dan kecintaan kepada semangat keolahragaan. Karena kegiatan ini, dalam rangka, sosialisasi bagaimana fasilitas dan venue setelah SEA Games dimanfaatkan, masyarakat perlu tahu bahwa kita memiliki fasilitas dengan standar internasional,” urainya. (ant/tbn/jo)

Gerak jalan ESQ Palembang


sumber:esqnews

Minggu (18/12), sekitar 40.000 pemuda-pe­mudi Pa­lembang yang terga­bung da­lam Forum Komunikasi Alum­ni (FKA) ESQ tumpah ruah di tepian Sungai Musi, kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Sumatera Selatan untuk mengikuti Jalan Sehat 165 dan me­nyongsong Indonesia Emas 2020.

Kegiatan yang mengangkat tema “Palembang internasional membangun karakter mulia melalui ESQ Parenting dan Jalan Sehat 165” ini, merupakan kerjasama antara FKA ESQ Sumsel dengan Pemkot Palembang.

Di antara puluhan ribu peserta, terdapat beberapa tokoh lokal dan nasional. Seperti Ketua DPR RI Marzuki Alie, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Pemimpin Kesultanan Palembang Darussalam Sultan Iskandar Mahmud Bada­ruddin, Bupati Muara Enim Muzakir Saisohar, Rektor IAIN Raden Fatah Prof Aflatun Muchtar, anggota DPRD Sumsel, serta pejabat Pemkot Palembang.

Pada kesempatan itu Presiden Direktur ESQ Leader­ship Center Ary Ginanjar Agustian mengatakan bahwa ciri perubahan suatu bangsa adalah ketika para pemuda dan pemudinya telah memiliki cita-cita yang mulia dan besar.

Ary menyampaikan bahwa di kota kedua terbesar di Sumatera setelah Medan ini dulu pernah berjaya Kerajaan Sriwijaya. Tak hanya terkenal di Nusantara, tapi gaungnya sampai ke kawasan Asia Tenggara bahkan hingga Venecia.

Sementara itu, Marzuki Alie mengatakan apabila Indonesia Emas 2020 ingin tercapai, maka setiap orang harus menjadi telandan dalam menerapkan nilai 7 Budi Utama (jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, peduli) di diri sendiri.

”Indonesia sekarang membutuhkan keteladanan, keteladanan harus dimulai dari diri sendiri. Setiap orang harus mengaplikasikan 7 Budi Utama dan kemudian mengajak lingkungan sekitarnya, sehingga visi Indonesia Emas 2020 akan tercapai,” kata Marzuki yang juga alumni ESQ. (fallash/jo) (Sumber esqnews.com)

Gerak Jalan ESQ Jambi


sumber:esq-news.com

Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Jambi menyelenggarakan Jalan Sehat 165 yang diikuti sekitar 2.000 alumni pada Minggu (10/7). Kegiatan yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jambi dan Polda Jambi ini dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi antar alumni ESQ. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06:00 waktu setempat ini dilangsungkan di halaman Kantor Gubernur Jambi. Selain mendapat dukungan dari tokoh alumni ESQ di Jambi, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemprov Jambi, Polda Jambi dan beberapa instansi lain. “Tujuan acara ini sebagai ajang silaturahmi dengan alumni ESQ Jambi yang berjumlah sekitar 15.000 orang dan juga para tokoh di Jambi,” kata Korwil FKA Jambi, Filius Chandra. Ia menambahkan tujuan lain dari Jalan Sehat 165 ini adalah untuk mensukseskan Jambi Emas 2015.

“Sebagaimana yang sudah dicanangkan oleh bapak Gubernur Jambi yaitu membangun Jambi Emas bersama alumni ESQ,” paparnya. Filius berharap dengan diadakannya kegiatan silaturahmi seperti ini akan berdampak positif bagi perkembangan ESQ di Jambi dan ESQ makin dapat dikenal oleh masyarakat lebih luas. “Semoga acara ini dapat terselenggara tiap tahunnya,” ungkapnya. Gubernur Jambi Hasan Basri Agus yang juga alumni ESQ me­ngatakan, cita-cita ESQ yaitu Indonesia Emas 2020 selaras de­ngan program provinsi Jambi yai­tu Jambi Emas 2015. “Pak Gubernur memiliki program Jambi Emas 2015, diharapkan FKA ESQ dapat mendukung program itu dengan menyingkronkan Indonesia Emas 2020 dengan Jambi Emas 2015,” ucap Staf Ahli Gubernur Jambi yang hadir mewakili gubernur yang tengah berada di Jakarta.

Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Suparsono yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan Polri khususnya Polda Jambi, bersama alumni ESQ Jambi mendukung pembangunan bagi masyarakat dan anggota polisi Jambi. Sementara itu, Ketua Umum FKA yang juga pendiri ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian dalam sambutannya menyatakan dirinya sangat mengapresiasi program Jambi Emas 2015. Menurut Ary, program Jambi Emas tidak akan terwujud tanpa ada pembangunan karakter. “Jambi ternyata sudah lebih dulu mencanangkan Jambi Emas 2015. Indonesia Emas 2020 bisa dimulai dari Jambi dengan suksesnya Jambi Emas 2015,” ujarnya. Sedangkan Branch Manager ESQ Sumatera Selatan dan Jambi, Andre Martin mengatakan sehari sebelumnya telah dilangsungkan training ESQ Parenting Jambi, training angkatan perdana itu diikuti sekitar 500 peserta. “Polda Jambi sendiri mengirimkan sekitar 200 peserta. Mereka benar-benar sangat antusias dengan program pembentukan karakter yang disampaikan ESQ,” ungkapnya. Saat ditanya mengenai Jalan Sehat ini, Andre mengatakan ia juga mendukung kegiatan yang dilakukan oleh para alumni ESQ di Jambi. “Insya Allah pada bulan Oktober nanti, kita juga berencana mengadakan gerak jalan sehat bersama alumni ESQ di Palembang, Sumsel. Acara ini sekaligus menyambut SEA Games 2011 di Palembang. Jadi ini support alumni Sumsel dan Pak Ary sebagai salah satu putra daerah Sumsel,” imbuhnya.• (jos/isw/sa)

Gerak Jalan ESQ NTB


sumber : esq-news.com

Minggu (25/9), ribuan alumni ESQ yang tergabung dalam Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Nusa Tenggara Barat berkumpul di Lapangan Bumi Gora halaman kantor Gubernur NTB untuk mengikuti Gerak Jalan Semangat 165. Menurut Koordinator Wilayah (Korwil) FKA ESQ NTB Soedaryanto, kegiatan ini dilaksanakan untuk makin menanamkan visi provinsi NTB yaitu ‘Bersaing’ yang kepanjangan dari ‘Beriman dan Berdaya Saing’ ke masyarakat NTB. “Ini dalam rangka membangun karakter bangsa dan visi NTB adalah ‘Beriman dan Berdaya Saing’. Sehingga perlu semangat membangun karakter bangsa ini digelorakan terus dan diingatkan terus agar apa yang menjadi cita-cita masyarakat bisa terwujud,” ucapnya. Meski acara baru dimulai pukul 07:00 waktu setempat, namun ribuan peserta yang diperkirakan mencapai 3.000 orang sudah memenuhi lokasi acara sejak pukul 06:00 untuk mengikuti gerak jalan bersama pendiri ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian.

Acara ini juga dihadiri Kapolda NTB Brigjen Pol Arif Wachjunadi, tokoh masyarakat NTB seperti Lukmanul Hakim, H Abdul Kadir, Mujitahid mantan Bupati Lombok Barat, dan para Korwil ESQ dari luar daerah seperti Korwil Jakarta, Jambi, Sumsel, Sulbar, serta perwakilan Sumut dan Jatim. “Gubernur tidak bisa hadir karena tengah ada tugas. Beliau mengutus Kepala Bapeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang lain,” ujar Soedaryanto. Korwil NTB mengungkapkan acara Gerak Jalan Semangat 165 ini mendapat sambutan baik dari masyarakat NTB. Ini terlihat ketika para peserta berkeliling Kota Mataram yang mengambil rute Lapangan Bumi Gora hingga Lapangan Umum Kota Mataram yang berjarak sekitar 3 km. “Usai gerak jalan, acara berlangsung dengan kampanye cuci tangan pakai sabun. Semua peserta harus cuci tangan memakai sabun. Acara ini patut mendapatkan apresiasi dan seharusnya diulangi secara berkala. Minimal satu tahun sekali di daerah-daerah,” kata Soedaryanto. Acara ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan untuk membangun karakter di NTB. Dua hari sebelumnya, Jumat (23/9), di Graha Bakti Praja telah diadakan seminar interaktif yang diikuti sekitar 300 pesersta. Hadir sebagai narasumber dalam acara yang mengangkat tema ‘Gerakan Moral untuk NTB Bersaing’ ini adalah pemuka agama NTB Tuan Guru Haji (TGH) Hasanain Juaini, tokoh akademisi Husni Muadz, dan Ary Ginanjar Agustian.

Dalam seminar ini, para narasumber menyatakan memberikan apresiasi kepada ESQ LC dalam membangun karakter bangsa khususnya provinsi NTB yang memiliki julukan kota 1.000 masjid dengan mensinergikan tiga kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. “Pulau NTB yang memiliki julukan 1.000 masjid adalah modal kekuatan spiritual yang harus diwujudkan dalam dimensi kehidupan sehari-hari untuk memperbaiki kehidupan sehingga terwujudlah NTB yang Beriman dan Berdaya Saing,” kata Ary. Sementara itu Husni Muadz mengatakan gebrakan yang dilakukan ESQ LC sudah bagus, namun kegiatan-kegiatan bagi alumninya harus makin ditingkatkan. “Setiap alumni harus mempunyai nilai yang ikhlas dan tidak mendiskriminasikan, kalau alumni bisa memberi contoh maka akan menjadi gerakan yang bagus.” Sabtu (24/9), acara dilanjutkan dengan training Parenting yaitu training yang mengajarkan dan menanamkan nilai nilai spiritual dan kecerdasaan emosional kepada keluarga. Dengan ESQ Parenting, orangtua mampu menumbuhkan dan mengelola potensi anak.

Training yang dipandu Ary Ginanjar Agustian ini dilangsungkan di Hotel Lombok Raya diikuti sekitar 120 peserta. Training Parenting ini penting untuk diikuti agar orangtua dapat memahami kebutuhan emosi anak dan membantu mereka memenuhi tujuan spiritual kehidupannya. (jos)

Gerak Jalan ESQ Samarinda 2011


Kota Samarinda akan menjadi tuan rumah Temu Alumni ESQ Internasional yang ke-IV pada Mei 2011. Sebelum digelar Temu Alumni tersebut, Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Korda (Koordinator Daerah) Balikpapan, Kalimantan Timur, mengadakan kegiatan “Gerak Jalan Semangat 165”, Minggu (17/4).

Gerak jalan ini sebagai wujud total action alumni ESQ di kota Balikpapan yang memiliki semangat yang berlandaskan nilai 7 Budi Utama (jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, peduli) dan untuk mewujudkan menuju cita-cita terwujudnya Balikpapan Madinatul Iman dan Indonesia Emas 2020.

Branch Manager ESQ Cabang Balikpapan, Dadan Djuanda Katmadihardja mengatakan, “Gerak jalan ini bertujuan, pertama, berkaitan dengan dukungan terhadap temu alumni ESQ yang dilaksanakan di Kaltim di tahun 2011. Kedua, ikut mewujudkan cita-cita terwujudnya Balikpapan Madinatul Iman dan Indonesia Emas 2020. Ketiga, silaturahim alumni ESQ Balikpapan dengan Walikota Balikpapan, H. Imdaad Hamid yang juga Pembina ESQ Balikpapan.”

Dadan menambahkan, semangat gerak jalan berlandaskan nilai-nilai 7 Budi Utama dan 165 untuk menuju cita-cita terwujudnya Balikpapan Madinatul Iman dan Indonesia Emas 2020.

Ia juga berharap dengan adanya gerak jalan ini dapat menunjukan bukti dukungan terhadap rencana temu alumni internasional 2011 yang akan dilaksanakan di Samarinda. Kegiatan ini sebagai sosialisasi kepada masyarakat Kalimantan Timur yang siap menyelenggarakan temu alumni di Samarinda.

Menurutnya, terlihat antusiasme massa yang begitu tinggi mengikuti gerak jalan ini. Ini terbukti dengan jumlah baju merah putih yang bertuliskan 7 Budi Utama telah terjual habis. Namun karena semangat yang begitu besar, banyak juga peserta yang mengikuti gerak jalan tanpa memakai baju tersebut. Alhasil gerak jalan yang telah berlangsung ini diikuti sekitar 2000 orang yang juga sudah alumni ESQ. (tino)