Training ESQ For Future Leaders untuk 700 pelajar SMA 70 dan SMA 6, tanggal 11-12 Oktober 2012 di Menara 165


JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah tawuran siswa SMA Negeri 70 dan SMA Negeri 6 yang menewaskan salah seorang siswa, beberapa waktu lalu, siswa kelas satu kedua sekolah tersebut bersama-sama mengikuti pelatihan ESQ. Kegiatan itu berlangsung dua hari, 11-12 Oktober di Gedung Menara 165, Jakarta Selatan.

Pembukaan acara itu, Kamis (11/10/2012), dihadiri Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim, kepala SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 70, sejumlah pejabat Polres Jakarta Selatan, serta direksi BUMN yang mendanai acara tersebut.

“Dua hari ini harus bisa dimanfaatkan para siswa untuk saling mengenal dan bersahabat agar bisa memupuk persahabatan sehingga mencegah terjadinya tawuran lagi di masa datang,” kata Muslim.

Sebelum acara dimulai, kedua siswa SMA yang sudah berbaur tersebut dibagi per kelompok kecil tanpa harus memilih. Tujuannya agar selama pelatihan tersebut tidak ada lagi sekat-sekat yang memisahkan siswa kedua sekolah.

Pelatihan serupa direncanakan akan dilakukan setiap tahun bagi siswa kelas satu kedua SMA tersebut.

Editor :Nasru Alam Aziz

Link : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/10/11/09162462/Siswa.SMAN.6.dan.SMAN.70.Ikuti.Pelatihan.ESQ

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Siswa SMA Negeri 6 dan 70 Jakarta yang kerap terlibat tawuran akan mendapat pelatihan emotional and spiritual quotient (ESQ) secara gratis. Pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berjanji akan segera menindaklanjuti adanya rencana ini guna mencegah berulangnya tawuran antarkedua sekolah tersebut.

“Siswa dari dua sekolah ini akan diberi pendidikan ESQ dari pakarnya langsung, yaitu Ary Ginanjar,” ujar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan Musliar Kasim, Senin (1/10).

Adanya pelatihan ini dimaksudkan untuk menyadarkan siswa sehingga menimbulkan rasa penyesalan terhadap perbuatan tidak terpuji yang telah dilakukan. Musliar menyebut langkah jangka pendek yang dilakukan difokuskan pada mental para siswa.

“Kami ingin memunculkan kesadaran dan penyesalan terlebih dulu,” katanya. Barulah setelah kondisi stabil, sanksi terhadap para siswa yang terlibat tawuran akan diberikan.

Pihaknya menghimbau masyarakat turut membantu pemulihan kondisi mental para siswa kedua sekolah ini. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak menggeneralisir perilaku siswa di sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). “Itu tidak bijak, kasihan sekolah berlabel RSBI lainnya, kan tidak semua RSBI begitu,” ujar Musliar.

Tak bisa dielakkan, pascatawuran antar SMA 6 dan 70, pihak Kemendikbud mendapat masukan agar mau menurunkan status sekolah yang terlibat. Namun begitu, hingga kini, Kemendikbud belum memutuskan. “Yang penting sekarang adalah bagaimana melakukan mediasi dan rekonsiliasi antardua sekolah tersebut,” katanya.

Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Qommarria Rostanti

Link : http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/10/01/mb7haq-sma-6-dan-70-dapat-pelatihan-esq-gratis

Jakarta Murid-murid SMA 6 dan SMA 70 Jakarta beberapa kali terlibat tawuran. Nah untuk mengakrabkan siswa kedua sekolah yang bertetangga itu, digelarlah pelatihan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) bersama.

“Hari ini kita lakukan training dengan membaurkan kedua seolah. Mudah-mudahan dengan membaur mengikuti training dapat meredakan suasana yang selama ini tegang,” ujar Wakil Mendikbud Musliar Kasim.

Hal itu disampaikan dia di sela acara pelatihan bertajuk ‘ESQ Character Building for Future Leader SMAN 6 dan SMAN 70’ di Menara 165, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2012).

Acara tersebut digelar atas kerja sama berbagai pihak seperti Polda Metro Jaya, Kemendikbud, dan pelatih lembaga ESQ pimpinan Ary Ginanjar Agustian. Sekitar 800 siswa berpartisipasi dalam acara tersebut.

“Kita di Kementerian melakukan rapat-rapat melibatkan guru dan kepala sekolah, melibatkan komite dan alumni, membicarakan apa yang harus dilakukan untuk meredam jangan sampai terjadi lagi tawuran. Ketika kita merumuskan itu, saya ditelepon oleh Ary Ginanjar Agustian. Dia bilang saya bersedia mentraining anak-anak ini tanpa bayaran,” papar Musliar.

Para siswa yang mengenakan seragam putih abu-abu mengikuti kegiatan itu dengan riang. Selain mendengarkan ceramah motivasi, para siswa juga mengikuti permainan. Permainan itu adalah ‘mencari teman sebayak-banyaknya’.

Saat game digelar, para siswa membawa kertas HVS dan mencari teman sebanyak-banyaknya tanpa melihat asal sekolah. Mereka meminta teman barunya menuliskan data diri di kertas tersebut.

Sebelumnya, Senin 24 September 2012 lalu tawuran antara siswa SMA 6 dan SMA 70 pecah. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang siswa SMA 6 yang sedang makan siang, Alawy Yusianto Putra, tewas terkena sabetan celurit. Fitrah Ramadhani alias Doyok dijadikan tersangka terkait kasus tersebut. Sementara it 6 Siswa SMA 70 yakni GL, MI, JN, RZ, RB dan HS juga ditetapkan sebagai tersangka dengan dikenai pasal 170 KUHP ayat 1 tentang pengeroyokan namun tidak ditahan.

(vit/nrl)

Link : http://news.detik.com/read/2012/10/11/093209/2059836/10/agar-lebih-akrab-siswa-sma-6-sma-70-ikuti-pelatihan-esq-bersama?9911012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s