Hussamuddin bin H. Yaacub: ESQ Menyatukan Malaysia dan Indonesia


Karangkraft adalah perusahaan media terbesar di Malaysia. Didirikan tahun 1978 oleh Hussamuddin bin H. Yaacub bersama saudara-saudaranya, saat ini Karangkraft telah menerbitkan sekitar 29 media cetak yang tersebar di seluruh wilayah Malaysia, termasuk Koran Sinar Harian.

Berbagai anak perusahaan pun berhasil didirikan untuk mendukung bisnis utama mereka.Bila melihat komplek kantornya yang berdiri di atas tanah seluas 12,5 hektar, mungkin orang tak akan mengira bahwa semuanya bermula dari semangat seorang anak dari keluarga sederhana.

Hussamuddin bin H. Yaacub dibesarkan dengan semangat membaca yang tinggi. Terlahir di suatu daerah kecil di Kelantan, anak ketujuh dari delapan bersaudara ini terbiasa membaca berbagai buku, majalah, koran, dan bacaan lainnya.

Ayahnya, H. Yaacub Idris, memiliki sebuah toko buku kecil. Dengan toko tersebut ayahnya menafkahi keluarga besarnya, sekaligus memberi dorongan kepada anak-anaknya untuk selalu membaca. Dengan membaca itulah ia kemudian memiliki wawasan yang luas, pola pikirnyapun berkembang pesat.

Ia ingin maju, tidak hanya di Kelantan, tapi impiannya adalah go internasional. Mimpi tersebut mulai ia wujudkan dengan mencetak buku-buku kecil yang kemudian ia jual ke sekolah-sekolah. Keuntungan yang didapat ia putar lagi untuk membuat buku lain. Begitu seterusnya hingga akhirnya ia berhasil mendirikan sebuah perusahaan penerbitan yang bernama Karangkraft Sdn Bhd.

Kantor pertamanya adalah rumah sewaan di Petaling Jaya yang juga sekaligus menjadi tempat tinggal. Dengan modal uang yang tidak besar, tapi dengan mimpi, semangat, dan usaha yang besar, terbitlah Mingguan Kanak-Kanak sebagai media cetak pertama. Kemudian berlanjut ke Majalah Gelihati, Remaja, dan Bacaria.

Kerja keras terus-menerus serta semangat membara Hussamuddin bersaudara membuahkan hasil. Karangkraft kini menjelma menjadi perusahaan media terbesar di Malaysia.

Dengan segala potensi yang ia miliki saat ini, Hussamuddin yang juga alumni ESQ ini, bertekad untuk membantu penyebaran ESQ di Malaysia. Tekad tersebut lahir karena ia yakin bahwa ESQ adalah suatu total solution untuk diri, keluarga, perusahaan, bahkan juga negara dan bangsa.

Hubungan Indonesia dan Malaysia yang pasang surut, menurutnya, bisa distabilkan dengan saling melihat kesamaan yang ada. Apabila kesamaan budaya atau sosial gagal mempertemukan hati kedua bangsa, maka kesamaan komitmen spiritual bisa menjadi landasan yang kokoh bagi hubungan kedua bangsa. Dan, ESQ memiliki potensi serta peranan penting dalam membangun komitmen ini. (ruli/tino/syam)

http://esqmagazine.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s