Video Training Lanjutan ESQ MCB


Advertisements

Ary Ginanjar Menerima Preaching Dedication Award


[lang_in]Sabtu (22/6) malam, bertempat di Hotel Acacia Jakarta, berlangsung acara pemberian penghargaan Preaching Dedication Award oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama kepada Ary Ginanjar Agustian dan 8 tokoh Nusantara lainnya.

Penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh-tokoh Nusantara yang dianggap berdedikasi tinggi dalam menyebarkan kebaikan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, baik tokoh nasionalis, kyai sufi, intelektual, maupun tokoh wanita. Acara yang merupakan bagian dari kegiatan “Seminar Nasional Da’i Da’iyah NU” dihadiri oleh para dai dan daiyah NU dari segenap penjuru wilayah Indonesia.

Saat membuka acara, KH Hasyim Muzadi mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi semakin banyak, sedangkan kita harus mampu menjawab tantangan tersebut. “Saat ini, tantangan yang sedang dihadapi oleh umat adalah ekstremitas dan liberalitas. Ekstremitas membuat citra Islam terpojok, sementara liberalitas menggerogoti iman dan akidah secara perlahan-lahan,” jelas Muzadi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

Menurut Muzadi dalam menghadapi segala tantangan hidup ini diperlukan adanya kecerdasan intelektual dan spiritual. Itulah yang dinamakan ulil albab, ahli pikir dan ahli dzikir. Dzikir pun tak hanya di lisan, namun juga pikiran, hati, dan tindakan.

Setelah sambutan dari Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, acara kemudian dilanjutkan oleh pemberian penghargaan kepada Ary Ginanjar (Motivator bidang Manajemen & SDM) Dr. Tarmizi Taher (Menag 1993-1998), KH Ali Yafie (Ketum MUI 1990-2000), Hj. Tuty Alawiyah (Ketua BKMT), dll.

Menanggapi penghargaan ini, Ary Ginanjar mengatakan, “Selama ini kami bergerak di bidang training manajemen dan sumber daya manusia dengan menggunakan nilai-nilai spiritualitas yang sebelumnya hanya didominasi oleh nilai-nilai barat yang tidak sesuai dengan budaya bangsa yang agamis. Bagi saya, ini merupakan sebuah kejutan yang tak pernah terduga, karena memperoleh penghargaan bukanlah tujuan kami. Namun apabila apa yang kami lakukkan dianggap membawa kebaikan bagi bangsa ini, dengan segala kerendahan hati kami sangat berterima kasih kepada Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama atas penghargaan tersebut.”• (Ruli)[/lang_in]

Training ESQ Cuma-cuma untuk Para Ustadz se-DKI


[lang_in]“Training ESQ untuk para da’i ini merupakan upaya kecil untuk menyatukan umat, terutama menjelang pemilu, di saat banyak yang terpecah belah. Training ESQ adalah kegiatan non politik agar umat saling dukung-mendukung dan melupakan perbedaan,” kata Ary Ginanjar.

Training ESQ untuk para ustadz berlangsung dari tanggal 23-25 Juni 2009 dengan tema “Terimakasih Ustadz-Ustadzah Untuk Indonesia Emas” diselenggarakan di Granada Ballroom, Menara 165, Cilandak Timur, Jakarta.

Sebanyak 661 peserta dari berbagai organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Dewan Dakwah Indonesia, Al Irsyad, Hizbut Tahrir, Hidayatullah, Dewan Masjid Indonesia, dll, se-Jabodetabek. Hal ini menambah jumlah alumni ESQ yang secara keseluruhan mencapai 694.175 orang dengan total angkatan 4.295.

Hadir pada pembukaan beberapa tokoh di antaranya Dirjen Departemen Agama, Prof. Dr. Nazarudin Umar MA, Ustadz Wahfiuddin,Tuty Alawiyah, Dewi Motik Pramono, dan lain-lain. Training cuma-cuma bagi para da’i ini terselenggara atas kerjasama Forum Komunikasi Alumni (FKA) dan ESQ Leadership Center. Acara ini melengkapi kegiatan sosial FKA dan ESQ LC yang selama ini telah menyelenggarakan Training Peduli Pendidikan yang mencapai 80.000 alumni, Peduli Warga Binaan Lapas, Peduli Dhuafa, Peduli Anak Yatim, dll.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pada acara sambutan, Prof Nazarudin Umar mengatakan bahwa ayat Al Quran yang pertama diturunkan adalah Iqra yaitu membaca. Ada dua tanda atau symbol yang harus dibaca pertama tanda kecil yang disebut ayat dan tanda besar yaitu alam raya. Tidak sempurna pembacaan jika hanya mampu membaca ayat tapi tidak sanggup membaca alam. “Dunia Islam kelemahannya tidak banyak yang mampu membaca alam walaupun banyak yang mampu membaca ayat, sedangkan dunia barat sebaliknya. ESQ mencoba memadukan kedua jenis pembacaan yaitu bagaimana pembacaan alam di satu sisi, juga dihayati secara ayat. Alam menuntut energi akal, sedangkan pembacaan ayat memerlukan energi spiritual.”

“Kami di sini bukan untuk menceramahi dan mengajari, tetapi untuk mengucapkan terimakasih karena para ustadz-ustadzah-lah yang telah menyebarkan nilai-nilai kebaikan,” jelas Ary Ginanjar Agustian kepada peserta.

Beragam komentar positif dari para peserta. Alfian Tanjung, seorang ustadz yang aktif menulis di berbagai media massa mengatakan, “Bagi saya kegiatan ini spektakuler. Training ini sangat dibutuhkan untuk bangsa Indonesia. Generasi muda harus meng-update nilai-nilai 165 untuk misi global. Ini berkah bagi bangsa Indonesia.”

Sedangkan Karyadi, peserta dari Pesantren Hidayatullah mengatakan, “Saya kira sudah wajib diikuti oleh seluruh dai/daiah supaya wawasannya terbuka menerima perbedaan yang ada. Kadang kita terjebak denga lahiriah rasa pintar, fanatisme, belenggu ini sudah saatnya dihilangkan.”

Sebagian besar peserta merasa terinspirasi dengan model penyampaian ESQ. Ustadzah Simpen dari Slipi berkomentar, “Selama ini saya mengadakan dan mengikuti pengajian di kampung-kampung dengan cara Manakib, pengajian Rabu Kliwon, pengajian Jumat-an, dan lain-lain. Di sini pengajiannya lebih mengena di hati karena memberi gambaran tentang banyak hal yang selama ini hanya diketahui tapi tak dirasakan.” Sedangkan Ustadzah Husna dari Majelis Taklim Indonesia mengatakan, “Saya merasa benar-benar tersentuh secara spiritual. Selama ini kita mengadakan pengajian dengan cara ceramah, tidak memakai modul, media, dan teknologi. Ini benar-benar memberi pencerahan dan inspirasi.”

Dalam acara penutupan di­umumkan bahwa kegiatan training ESQ bagi ustadz dan ustadzah ini akan dilakukan secara berkala sekitar 3-4 bulanan, yang disambut gemuruh oleh peserta. “Ruangan training ini seolah ditaburi bintang-bintang, dan alhamdulillah bintang-bintang kini telah bercahaya di hati kami,” ujar Rizal, dai kondang yang kerap muncul di televisi, yang memberikan sambutan mewakili peserta.

Ary Ginanjar mengharapkan agar alumni ini dapat bersinergi dalam Forum Dai 165 sehingga dapat lebih memberikan kontribusi bagi umat dan bangsa untuk terwujudnya visi peradaban emas. “Training ESQ untuk para da’i ini merupakan upaya kecil untuk menyatukan umat, terutama menjelang pemilu, di saat banyak yang terpecah belah. Training ESQ adalah kegiatan non politik agar umat saling dukung-mendukung dan melupakan perbedaan,“ lanjut Ary Ginanjar usai acara.[/lang_in]

Training Lanjutan ESQ MCB


[lang_in]ESQ MCB

“Ikuti Training Lanjutan ESQ MCB,

Wujudkan Visi & Misi,

Bangun Pribadi yang Berkarakter”

Training
ini adalah training lanjutan dari Training ESQ Basic yang sudah anda
ikuti,

Pada hari pertama, Anda akan diajak untuk menemukan serta menetapkan
visi dan misi yang akan menjadi kekuatan dashyat untuk mendorong Anda
dalam memaknai hidup dan mewujudkan cita-cita. Selain itu melalui
training ini anda juga akan diajak untuk menyelaraskan antara visi
dan misi pribadi, keluarga, serta perusahaan yang kadang berbeda.

Pada hari kedua Anda akan memiliki paradigma baru dalam melihat berbagai
masalah sebagai tantangan dan medium untuk menempa diri guna menjadi
pribadi yang berkualitas bagai berlian yang tidak mudah retak. Tak
ada lagi rasa frustasi dan putus asa yang akan menghancurkan masa
depan Anda!.

Usai training ini Anda akan berubah
menjadi pribadi yang mempunyai visi dan misi yang jelas dan mempunyai
karakter yang tangguh untuk mencapai tujuan.

Suasana
Training MCB

Teknologi
3 Dimensi

Game
yang seru &

menantang

Materi
training yang lebih menyentuh

Daftarkan
diri anda segera, hubungi :

ESQ
Leadership Center


email : adit@esqway165.com

phone : 08889903156

Link
to www.esqway165.com
Jadwal
Training
Pendaftaran Training
ESQ MCB

Ikuti

Training ESQ MCB 2009

JAKARTA

1-2 Agustus 2009

Rp. 1,4 juta

di Menara 165

Jl. TB Simatupang kav 1

Cilandak, Jakarta

Info : Adit
08889903156

Forward
newsletter ini kepada rekan, sahabat, dan keluarga anda,

agar mereka juga dapat mengikuti training ESQ Mission & Character
Building

[/lang_in]

Ary Ginanjar Menerima Honorary Police dan Golden Police Award


[lang_in]Garut, esqmagazine.com – Pendiri ESQ Leadership Center, Dr (HC) Ary Ginanjar Agustian menerima penghargaan Golden Police Award yang diberikan oleh Kapolwil Priangan Komisaris Besar Anton Charlivan dalam acara syukuran ulangtahun Bhayangkara ke-63 di Garut, Jawa Barat, Rabu (1/7). Selain mendapatkan award tersebut, Ary Ginanjar diangkat menjadi Honorary Police dengan SK No Pol 565/HP/VII/2009 dari Kapolwil Priangan.

Menurut Kapolwil Priangan penghargaan Golden Honorary Police merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada kalangan sipil dari berbagai kalangan profesi. Oleh karena itu pemberian Award ini melalui serangkaian seleksi dan penilaian ketat. Kapolwil menyatakan bahwa “Dibutuhkannya keteladanan bagi polisi, karena itu diberikan penghargaan bagi tokoh-tokoh nasional yang dianggap memiliki peran penting di tengah masyarakat,” kata Anton Charlivan. Selain Ary Ginanjar tercatat 13 tokoh lainnya yang memperoleh penghargaan serupa.

Ary Ginanjar mendapatkan penghargaan atas prestasi dan dedikasinya yang telah berperan aktif sebagai motivator dan pelopor dalam bidang mental spiritual serta membantu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat melalui training-training ESQ di berbagai daerah dan instansi. Sebelum penyerahan penghargaan dimulai, Ary Ginanjar diminta membuka peresmian prasasti papan nama Polwil Priyangan, yang bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya Sunda.

Mengenai penghargaan yang diperolehnya Ary Ginanjar mengatakan, bahwa hal itu merupakan amanah dan tanggungjawab yang besar. “Sesungguhnya penghargaan ini sebuah tanggungjawab yang secara spiritual yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.”

Tambah Ary, tanggungjawab itu sesungguhnya terdiri tiga hal, yaitu tanggung jawab intelektual, emosional, dan spiritual. Pertama tanggungjawab intelektual, yaitu pertanggungjawabkan antar manusia. Kedua tanggungjawab emosional, yaitu sangsaka merah putih Indonesia dan budaya setempat Priyangan. Ketiga tanggungjawab spiritual, yaitu tanggungjawab yang kelak akan dihadapkan kepada Allah.

Ary Ginanjar yang juga merupakan Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni ESQ, mengucapkan terimakasih sekaligus mengajak seluruh masyarakat juga pada alumni ESQ untuk semakin memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa dengan menegakkan dan menyebarkan 7 Budi Utama ESQ yaitu jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli.

Selama ini, ESQ Leadeship Center bekerjasama dengan Forum Komunikasi Alumni ESQ Wilayah Jawa barat telah memberikan training ESQ secara cuma-cuma kepada 7000 orang anggota Polisi dan keluarganya di jajaran Polda Jawa Barat, termasuk diantaranya 1300 anggota Brimob Polda Jabar.

Sejak tahun 2008 lalu ESQ Leadership juga telah bekerjasama dengan Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim dan Sespati) untuk membekali seluruh siswanya dengan pelatihan ESQ sebagai bagian dari kurikulum pendidikannya. Disamping itu ESQ Leadership Centre juga telah melakukan trainingnya di Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Polri. (emo)[/lang_in]

Training ESQ Parenting


ESQ PARENTING

Mungkinkah tanpa disadari selama ini kita telah menghambat potensi anak?

Bukankah kita seringkali kesulitan memahami keinginan mereka?

Apakah kita mampu mengenalkan Tuhan pada anak melalui hal-hal sederhana disekitarnya?

Training ESQ Parenting akan memandu peserta mengarungi sebuah pengalaman emosi & spiritual yang akan menggugah pemahaman orang dewasa terhadap anak.

Training ini penting, bukan hanya bagi orang tua ataupun calon orang tua, tetapi bagi siapa saja yang ingin mengenali dan mengeluarkan potensi fitrah manusia yang luar biasa.

Komentar Peserta Training ESQ Parenting

Mien R. Uno, Direktur Sekolah Duta Bangsa, Jakarta

Materi yang diberikan dalam ESQ Parnting sesungguhnya sangat dibutuhkan bagi orangtua, terutama bagi mereka yang baru saja memasuki jenjang pernikahan dan akan memiliki anak. Karena selama ini, untuk menjadi orangtua, tidak ada sekolah khususnya. Karenanya banyak dari kita selama ini yang coba-coba dalam mendidik anak, dan pada akhirnya terdapat banyak kesalahan bahkan kegagalan.

ESQ Parenting memberikan pengetahuan yang utuh untuk menjadi orangtua, baik secara ilmiah, emosional dan spiritual. Dan juga dilengkapi dengan referensi dari Al-Qur’an dan hadis. Sehingga anak pun dapat tumbuh, baik secara intelektual, emosional dan spiritual.

Sangat cocok juga untuk diikuti oleh para guru, sehingga pendidikan baik di rumah maupun di sekolah dapat berjalan dengan seksama. Tanpa perlu adanya kekerasan. Melainkan dengan kasih sayang.

Aries Muftie, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, Jakarta

Training ESQ Parenting ini sangat bermanfaat bagi banyak pihak. Mulai dari pasangan muda, hingga kakek-nenek. Bagi pasangan muda, ESQ Parenting dapat menjadi bekal baginya ketika kelak meliliki anak. Bagi yang telah memiliki anak yang usianya di bawah enam tahun, ini penting karena saat itu adalah golden period bagi mereka. Tapi, tentu juga untuk kami yang anak-anaknya sudah dewasa, karena ini dapat menjadi petunjuk bagi kami untuk memperbaiki apa yang selama ini kurang dan salah dalam mendidik anak-anak. Atau paling tidak, ini bisa menjadi bekal untuk membantu para kakek dan nenek dalam mengasuh cucu-cucunya.

Dengan memraktikkan apa yang diberikan dalam ESQ Parenting, berarti kita telah berperan untuk mempersiapkan generasi emas. Karena sesungguhnya, apa yang diberikan dalam ESQ Parenting merupakan bekal bagi kita bagaimana mendidik anak yang benar, sesuai dengan Al-Quran dan hadis, yang juga sesuai dengan ilmu pengetahuan yang berkmbang saat ini. Dan sesungguhnya, hal itu pun telah dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Azhari Sahal, Guru dan Wiraswastawan, Singapura

Training ini bagus sekali sebagai bekal bagi para calon ayah dan ibu. Di situ antara lain kita disadarkan betapa proses pembentukan pribadi anak tidak dimulai setelah lahir, tapi sejak dalam kandungan. Proses yang dimulai ketika ruh ditiupkan ke dalam manusia saat masih berada dalam kandungan. Jika proses ini dilalui dengan salah sejak awal, maka hasilnya pun akan salah. Tahu-tahu waktunya sudah habis dan kita tidak punya waktu lagi untuk memperbaikinya. Training ini sangat tepat untuk menyiapkan generasi yang baik. Saya yakin, semua orang yang mengikuti training ini akan mendapatkan petunjuk tentang bagaimana mendidik anak.

Haikal Hassan, Trainer, Direktur Anugrah Consulting, Jakarta

Training ini menginspirasi saya. Bagaimana sebuah pengalaman riil yang dialami oleh Pak Ary dalam keluarga ditransformasikan ke dalam sebuah training. Ini sungguh sangat kuat dampaknya. Ini adalah sebuah testimonial experience. Artinya, apa yang di-training-kan ini sesungguhnya adalah hasil dari suatu proses yang telah dijalankan, dalam hal ini oleh kedua orangtua Pak Ary.

Ikuti Training ESQ Parenting

bersama Bapak Ary Ginanjar & kedua orangtua,

Hubungi :

(021) 78848165, 7814229