ESQ Kembali Hadir di Amerika Serikat


13 May 2009

Hanya berselang enam bulan sejak training ESQ pertama di Ame­ri­ka Serikat, pa­da tanggal 2-3 Mei 2009 ESQ Leadership Center bersama Kor­wil Forum Komunikasi Alumni (FKA) Amerika Serikat kembali menyelenggarakan training ESQ di Washington DC dan Houston. Kegiatan ini berlangsung atas dukungan berbagai organisasi, seperti IMAAM (Indonesian Mus­lim Association in America), pagu­yuban dan pengajian lokal, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia. Lebih dari 170 pe­ser­ta dan alumni memadati ruangan auditorium University of Maryland di dekat Washington DC. Selanjutnya pada tanggal 9-10 Mei 2009 diselenggarakan Training MCB (Mission Statement & Character Building) pertama di Amerika Serikat yang dilak­sanakan di kota Houston.

Sejarah ESQ di benua ini berawal dari roadshow “ESQ Goes to Amerika” pada bulan Januari 2008. Dipimpin langsung oleh Bapak Ary Ginandjar Agustian, kegiatan ini membawa ESQ ke tujuh kota: di Amerika: Washington DC, New York, Chicago, Houston, Seattle, San Francisco dan Los Angeles. Atas permintaan masyarakat saat itu, kemudian diselenggarakan training angkatan pertama pada bulan Oktober 2008 di Washington DC dan Houston. Hingga kini Amerika Serikat telah melahirkan lebih dari 500 alumni yang datang dari berbagai pelosok negeri tersebut.

Meskipun dilaksanakan di tengah-tengah kondisi perekono­mian Amerika yang sedang surut, namun training yang disampaikan oleh Legisan Sugimin dan Jaya Nurhana ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. “Masya­rakat di Washington DC dan seki­tarnya kelihatan sangat antusias menyambut training ini. Hal ini memberikan kesegaran bagi kami yang haus akan siraman rohani,” menurut Bapak Totok Suprayitno, alumni training eksekutif angkatan 54 di Jakarta yang saat ini sedang bertugas di Washington DC.

“Saya secara pribadi melihat trining ESQ sangat penting bagi generasi muda, oleh karena itu saya berusaha sedemikian rupa mendorong anak saya untuk ikut acara ini,” ujar Bapak Ridwan Hassan, seorang diplomat Indonesia dan merupakan salah satu peserta training. “Semoga upaya mendorong generasi muda kita untuk mengikuti pelatihan seperti ini dapat terus dikembangkan.”

Keluarga Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat akan selalu dihadapkan pada tantangan derasnya proses akulturasi dimana identitas budaya dan agama seseorang menjadi hilang karena sehari-hari hidup dalam budaya asing. Hal ini menjadi lebih berat lagi bagi remaja tengah baya yang sedang melalui proses aktualisasi dan mencari jadi diri. Beberapa remaja yang mengikuti training ini juga sangat antusias. “ESQ membantu mempertebal keimanan serta membuka pengetahuan tentang Islam sekaligus membuka pikiran saya terhadap kekuasaan Allah SWT,” ujar Haqqy Azka Nudya yang kini sedang mengeyam pendidikan di sekolah menengah umum (public high school) di Amerika.

Adik-kakak Prameisy dan Ineswari Hayuningtyas menam­bahkan, “ESQ mengingatkan saya kalau Allah SWT itu lebih dari segalanya. Kami jadi tahu kalau Allah SWT itu besar banget kekuasaannya dan kita gak ada apa-apanya dibandingkan Allah”. Mira/Ruli A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s