Training ESQ untuk Sekretaris Daerah Gelombang II


Demi Mengubah Mindset Pejabat

”Tingkat tertinggi watak pejabat adalah mereka yang punya kebahagiaan melaksanakan tugas pokok dan fungsinya,” kata Menpan Taufik Effendi.

Sebanyak 141 pejabat eselon I, mayoritas Sekretaris Daerah (Sekda) dari berbagai wilayah Indonesia, berkumpul di Ruang Gibraltar, Gedung Menara 165, Jakarta Selatan, selama tiga hari pada 27-29 Maret 2009 untuk mengikuti pelatihan ESQ. Pelatihan gelombang kedua untuk para Sekda itu merupakan realisasi Nota Kesepahaman yang dibuat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Taufik Effendi dan pemimpin ESQ Leadership Center (ESQ LC) Ary Ginanjar Agustian, pada akhir 2007.

Pelatihan tersebut termasuk dalam program yang diberi nama ”Training ESQ Indonesia Emas,” yang kali ini merupakan angkatan kedelapan. Pada gelombang pertama, 90 pejabat menjadi peserta. Seperti pada pelatihan sebelumnya, Menpan Taufik Effendi hadir untuk menyampaikan pesan-pesan kepada peserta pelatihan yang dipandu tiga kader Ary Ginanjar, yaitu Rinaldi Agusyana, Gangga Prakasa dan Ibnu Yus Yasin.

Taufik antara lain mengulas tentang watak umumnya pejabat dewasa ini, yang lebih mendahulukan wewenang ketimbang peran. ”Padahal, wewenang adalah alat untuk mendukung terlaksananya peran,” katanya.

Menurut Taufik, ada sedikitnya tujuh tingkat watak pejabat. Pertama, tidak mau tahu tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Kedua, mengerti tupoksi. Ketiga, memahami tupoksi. Keempat, punya motivasi untuk melaksanakan tupoksi. Kelima, punya tanggungjawab untuk melaksanakan tupoksi. Keenam, punya penghayatan untuk melaksanakan tupoksi. Dan, tingkat tertinggi, kata Taufik adalah, pejabat yang punya kebahagiaan serta kepuasan dalam melaksanakan tupoksi.

Taufik berharap, training ESQ dapat membantu mengubah mindset para pejabat, sehingga mereka memperlakukan jabatan sebagai amanah. Sebagai otoritas pendayaagunaan aparatur negara, katanya, kantor Kementerian PAN berusaha menyiapkan undang-undang dalam rangka menghilangkan kesempatan pejabat untuk bertindak tidak benar, sedangkan training ESQ merupakan instrumen untuk memperbaiki niat pejabat.

Sekretaris Jenderal Badan Pemeriksa Keuangan Dharma Bhakti, salah satu peserta, mengaku sangat terkesan dan menilai pelatihan itu sangat bagus untuk para abdi negara. ”Saya sudah 32 tahun menjadi anggota Korpri. Penataran-penataran yang pernah saya dapatkan, termasuk P4, tidak pernah menghubungkan tugas kita dengan ibadah,” katanya.

Dharma mengatakan, ia bukan termasuk orang yang gampang menangis. ”Selama tiga hari ini, air mata saya berlinang terus karena hati saya luluh,” tuturnya. Menurut dia, setiap orang yang ikut training itu tentu merasa malu mengingat apa-apa yang telah diperbuatnya.

Pada April nanti, Dharma berencana menghadiri training ESQ Eksekutif untuk menandatangani nota kesepahaman dengan ESQ LC tentang pelatihan ESQ bagi para pegawai BPK. Dharma percaya, training ESQ penting bagi penguatan organisasi BPK.

Rencana serupa juga dikemukakan Sekda Kabupaten Bangka Tengah, Abdul Hadi. Sepulang dari training, dia akan melapor kepada bupati dan membicarakan rencana pelatihan ESQ bagi para pejabat eselon II, III, dan IV, bahkan sampai ke para camat dan kepala desa.

Hadi menuturkan, saat pertemuan dengan para Sekda di sela-sela training, ia mengusulkan agar pelatihan itu menjadi program nasional. Menurut dia, training ESQ sangat bagus, baik untuk pribadi, keluarga, dinas sebagai pejabat, maupun untuk bermasyarakat. ”Saya usulkan ini menjadi program nasional oleh Menpan. Inilah yang dibutuhkan bangsa Indonesia,” katanya.

Drs. Harun Arsyad, MH, dari Badan Kepegawaian Negara, merasakan perubahan besar dalam dirinya setelah mengikuti pelatihan. Training ini membantunya dalam menemukan jati diri. ”Dari segi kedinasan, training ESQ memotivasi untuk bekerja lebih keras,” katanya. Pelatihan ESQ, Harun menambahkan, membantu menghilangkan rasa takut akan kehilangan jabatan, kehilangan harta dan seterusnya.

Di antara para pejabat eselon I tersebut, ada seorang bupati dan seorang walikota serta dua wakil bupati yang menjadi peserta. Moh Ma’ruf Bantelan, Bupati Toli-Toli, mengaku tidak menyesal meninggalkan sejenak kesibukannya untuk mengikuti pelatihan ESQ selama tiga hari.

Ia menuturkan bahwa dirinya sudah ikut bermacam-macam pelatihan dan penataran, mulai dari Manggala BP7 sampai Lemhannas. “Tapi, setelah masuk di sini selama tiga hari, saya justru menemukan inti kehidupan. Meskipun training ini hanya tiga hari,  materinya langsung merambah ke filosofinya,” kata Bantelan. Yanto Musthofa (ymusthofa_165@yahoo.com)

diambil dari : Republika

2 thoughts on “Training ESQ untuk Sekretaris Daerah Gelombang II

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s