KISAH SEBATANG BAMBU


Dari Milis ESQWay 165

Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.

Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.
Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”

Batang bambu menjawabnya, “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”

Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar.
Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.”


Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam….. , kemudian dia berkata kepada petani, “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”

Petani menjawab batang bambu itu, ” Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”

Akhirnya batang bambu itu menyerah, “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak habis-habisnya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Allah sedang membuat kita sempurna untuk di pakai menjadi penyalur berkat. Dia sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Allah, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?

Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, ” Ini aku Allah, perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki.”

Informasi Training
Terbaru 2008 KLIK
DISINI
Untuk Pendaftaran Hub :

Aditya N B

ESQ Leadership Center,
Jln. Ciputat Raya No. 1B, Jakarta
12310.

(0888 99 0 3156)

(021)7696654 EXT: 311

BCA Capem Kebayoran Blok M
a/c 679-0306595
a/n PT. Arga Bangun Bangsa

Baca Juga:

1. Berbagi Cerita | Kesan & Pesan tentang acara Gerak Jalan ESQ memperingati 100 th HARKITNAS

2. Sejuta Guru Akan Dapat Pelatihan ESQ Gratis | Info ESQ

3.GRAHA 165

4.99 Asmaul Husna | Nama – Nama Allah

5.Gerak jalan 100 th Kebangkitan Nasional Indonesia| ESQ Way 165 |Gerak Jalan ESQ

2 thoughts on “KISAH SEBATANG BAMBU

  1. Bismillahirrahmaanirrahim

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    sungguh LUARRR BIASAAA….. DAHSYAT…. ISTIMEWA…. AMAZING and wonderfull story. Cerita yang mengagumkan bila dicermati secara mendalam bahwa fitrah manusia dan pada hakekatnya sebagai rahmatan lil’alamin yang diciptakan Allah Swt harus mampu memberikan manfaat sebanyak2nya bahkan seluas2nya. kalau “bambu” saja bisa memberikan manfaat, justru manusia sebagai mahluk paripurna harus bisa lebih dari itu. Betul kan?Sabda Rasulullah Saw. “Khoirunnas anfa uhum linnas” atau “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk lainnya”. Jazakallah wa Ahsanal jaza
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s