SWAGRIYA REMAJA ANGKATAN PERTAMA TERNATE


Untuk pertama kalinya, Pelatihan ESQ Swagriya bagi Remaja Moloku Kie-Raha hadir di Ternate. Acara yang berlangsung pada 28-29 Maret itu diikuti oleh 83 siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Ternate.

Ramdani dan Denny Kurniawan memandu training dua hari di Hotel Amara, Ternate itu. Representatif ESQ Ternate, Rizal Banau Mansoer menggagas pelatihan untuk remaja itu setelah terselenggaranya empat angkatan pelatihan ESQ kelas reguler di sana. ”Para peserta reguler sangat berharap adanya training buat remaja. Ini sangat bagus,” kata Rizal.

Pembukaan pelatihan remaja dihadiri oleh Danny Ghautama, alumni Angkatan III Seskoad Bandung sekaligus Dandim di Ternate, dan para alumni. Danny mengungkapkan rasa bahagia dengan terselenggaranya pelatihan tersebut. ”Semoga Ternate Emas dapat terwujud,” ujarnya.

Pelatihan ESQ sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Ternate. Besarnya animo itu terlihat dari semangat  para orangtua yang datang memenuhi undangan pada sesi terakhir hari pertama. Salah satunya, datang langsung dari Tidore untuk melihat anaknya. Para remaja dan orangtua merasakan manfaat yang sangat positif dengan training ESQ.

Sebelumnya, Kamis malam, 26 Maret, ESQ Leadership Center yang dibantu oleh Representatif Ternate, mengadakan prieview ESQ di SMP Negeri 2 Ternate. Sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Menurut Denny Kurniawan, mereka sangat berharap training ESQ segera diadakan di sana. KARYATI NIKEN

UPZ ESQ Bantu Korban Situ Gintung


Tiga jam setelah banjir menyapu kawasan Situ Gintung, Tangerang Selatan, Jumat pagi lalu, tim medis UPZ (Unit Pelayanan Zakat) ESQ berhasil menjangkau lokasi bencana dengan membawa satu unit mobil ambulans. Tim yang terdiri dari dua dokter dan delapan paramadeis serta relawan itu, bahu-membahu membantu korban bersama tim-tim medis lain, yang dipusatkan di Gedung Fakultas Hukum dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Ketua Bidang Sosial dan Kemasyarakatan Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ, Lea Irawan, berhasil menyusul tim itu pada hari yang sama, setelah berjibaku menembus kemacetan dengan menumpang ojek. Lea, yang juga Ketua Umum UPZ ESQ, membantu mengarahkan penyaluran bantuan untuk para korban.

Kepala Divisi Pemberdayaan UPZ ESQ Thessiana Budisetianti mengungkapkan, mulai pekan ini pihaknya menyiapkan Aksi Sehat Pasca Bencana untuk para korban jebolnya tanggul Situ Gintung, yang menewaskan sedikitnya 98 orang. Selain itu, kegiatan pengumpulan bantuan, baik berupa barang maupun uang, masih terus dilakukan.

Menurut Thessi, hingga Senin kemarin, bantuan uang maupun barang dari para alumni ESQ masih mengalir. ”Kami masih mengharapkan sumbangan, karena proses pemberian bantuan masih akan berlangsung dalam beberapa hari,” katanya.

Untuk sementara ini, kata dia, UPZ melakukan operasi penyaluran bantuan di malam hari dan langsung ke tempat tinggal korban. Sebab, di siang hari, lokasi bencana penuh juga dengan pengunjung, sehingga sulit membedakan mana yang korban dan bukan korban. Ditambahkannya, jenis barang bantuan yang disalurkan antara lain makanan instan, baju, peralatan mandi, selimut, dan perlengkapan bayi. Yanto M

Training ESQ untuk Sekretaris Daerah Gelombang II


Demi Mengubah Mindset Pejabat

”Tingkat tertinggi watak pejabat adalah mereka yang punya kebahagiaan melaksanakan tugas pokok dan fungsinya,” kata Menpan Taufik Effendi.

Sebanyak 141 pejabat eselon I, mayoritas Sekretaris Daerah (Sekda) dari berbagai wilayah Indonesia, berkumpul di Ruang Gibraltar, Gedung Menara 165, Jakarta Selatan, selama tiga hari pada 27-29 Maret 2009 untuk mengikuti pelatihan ESQ. Pelatihan gelombang kedua untuk para Sekda itu merupakan realisasi Nota Kesepahaman yang dibuat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Taufik Effendi dan pemimpin ESQ Leadership Center (ESQ LC) Ary Ginanjar Agustian, pada akhir 2007.

Pelatihan tersebut termasuk dalam program yang diberi nama ”Training ESQ Indonesia Emas,” yang kali ini merupakan angkatan kedelapan. Pada gelombang pertama, 90 pejabat menjadi peserta. Seperti pada pelatihan sebelumnya, Menpan Taufik Effendi hadir untuk menyampaikan pesan-pesan kepada peserta pelatihan yang dipandu tiga kader Ary Ginanjar, yaitu Rinaldi Agusyana, Gangga Prakasa dan Ibnu Yus Yasin.

Taufik antara lain mengulas tentang watak umumnya pejabat dewasa ini, yang lebih mendahulukan wewenang ketimbang peran. ”Padahal, wewenang adalah alat untuk mendukung terlaksananya peran,” katanya.

Menurut Taufik, ada sedikitnya tujuh tingkat watak pejabat. Pertama, tidak mau tahu tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Kedua, mengerti tupoksi. Ketiga, memahami tupoksi. Keempat, punya motivasi untuk melaksanakan tupoksi. Kelima, punya tanggungjawab untuk melaksanakan tupoksi. Keenam, punya penghayatan untuk melaksanakan tupoksi. Dan, tingkat tertinggi, kata Taufik adalah, pejabat yang punya kebahagiaan serta kepuasan dalam melaksanakan tupoksi.

Taufik berharap, training ESQ dapat membantu mengubah mindset para pejabat, sehingga mereka memperlakukan jabatan sebagai amanah. Sebagai otoritas pendayaagunaan aparatur negara, katanya, kantor Kementerian PAN berusaha menyiapkan undang-undang dalam rangka menghilangkan kesempatan pejabat untuk bertindak tidak benar, sedangkan training ESQ merupakan instrumen untuk memperbaiki niat pejabat.

Sekretaris Jenderal Badan Pemeriksa Keuangan Dharma Bhakti, salah satu peserta, mengaku sangat terkesan dan menilai pelatihan itu sangat bagus untuk para abdi negara. ”Saya sudah 32 tahun menjadi anggota Korpri. Penataran-penataran yang pernah saya dapatkan, termasuk P4, tidak pernah menghubungkan tugas kita dengan ibadah,” katanya.

Dharma mengatakan, ia bukan termasuk orang yang gampang menangis. ”Selama tiga hari ini, air mata saya berlinang terus karena hati saya luluh,” tuturnya. Menurut dia, setiap orang yang ikut training itu tentu merasa malu mengingat apa-apa yang telah diperbuatnya.

Pada April nanti, Dharma berencana menghadiri training ESQ Eksekutif untuk menandatangani nota kesepahaman dengan ESQ LC tentang pelatihan ESQ bagi para pegawai BPK. Dharma percaya, training ESQ penting bagi penguatan organisasi BPK.

Rencana serupa juga dikemukakan Sekda Kabupaten Bangka Tengah, Abdul Hadi. Sepulang dari training, dia akan melapor kepada bupati dan membicarakan rencana pelatihan ESQ bagi para pejabat eselon II, III, dan IV, bahkan sampai ke para camat dan kepala desa.

Hadi menuturkan, saat pertemuan dengan para Sekda di sela-sela training, ia mengusulkan agar pelatihan itu menjadi program nasional. Menurut dia, training ESQ sangat bagus, baik untuk pribadi, keluarga, dinas sebagai pejabat, maupun untuk bermasyarakat. ”Saya usulkan ini menjadi program nasional oleh Menpan. Inilah yang dibutuhkan bangsa Indonesia,” katanya.

Drs. Harun Arsyad, MH, dari Badan Kepegawaian Negara, merasakan perubahan besar dalam dirinya setelah mengikuti pelatihan. Training ini membantunya dalam menemukan jati diri. ”Dari segi kedinasan, training ESQ memotivasi untuk bekerja lebih keras,” katanya. Pelatihan ESQ, Harun menambahkan, membantu menghilangkan rasa takut akan kehilangan jabatan, kehilangan harta dan seterusnya.

Di antara para pejabat eselon I tersebut, ada seorang bupati dan seorang walikota serta dua wakil bupati yang menjadi peserta. Moh Ma’ruf Bantelan, Bupati Toli-Toli, mengaku tidak menyesal meninggalkan sejenak kesibukannya untuk mengikuti pelatihan ESQ selama tiga hari.

Ia menuturkan bahwa dirinya sudah ikut bermacam-macam pelatihan dan penataran, mulai dari Manggala BP7 sampai Lemhannas. “Tapi, setelah masuk di sini selama tiga hari, saya justru menemukan inti kehidupan. Meskipun training ini hanya tiga hari,  materinya langsung merambah ke filosofinya,” kata Bantelan. Yanto Musthofa (ymusthofa_165@yahoo.com)

diambil dari : Republika